Kamis, 13 Oktober 2011

Teknologi Budidaya Sorgum dan Prospek Pengembanganya di Jawa Timur


Teknologi Budidaya Sorgum dan Prospek  Pengembanganya di Jawa Timur1)
S. Roesmarkam2) dan Sugiono 3)


Pendahuluan

Ada beberapa jenis sorgum yang dibudidayakan antara lain :

  1. Sorgum biji (grain sorgum) yang digunakan untuk pangan dan pakan ternak serta bahan baku industri pembuatan minuman dan bio-etanol
  2. Sorgum sapu (broom corn) tangkai malainya di buat untuk bahan pembuatan sapu
  3. Sorgum manis (sweet sorgum) cairan batangnya digunakan untuk bahan baku pembuatan sirup atau bahan baku penbuatan etanol

Sorgum biji (grain sorgum) dan Sorgum manis, beberapa jenis tidak berbeda, hanya pada sorgum manis memiliki cairan batang yang manis. Berbeda pada sorgum sapu, memiliki tangkai malai yang panjang dan lentur, yang bisa digunakan sebagai bahan baku pembuat sapu. Budidaya dari ketiga jenis sorgum tersebut tidak berbeda, baik dari pengelolaan tanah sampai panen.

Sorgum biji sudah banyak dikenal petani di Jawa Timur dan banyak dibudidayakan di Tuban, Bojonegoro, Lamongan, Pacitan dan Madura namum sekarang luasanya sangat berkurang seiring dengan adanya perbaikan irigasi . Walaupun demikian tanaman tersebut masih prospektif untuk dikembangkan dilahan peremajaan hutan, lahan kurang subur yang biasanya kurang air, selain untuk pangan dan pakan, sorgum biji bisa digunakan untuk bahan baku pembuatan minuman eingan dan etanol.

Sorgum Manis belum ada laporan seberapa jauh telah dikenal petani, namin  penulis pernah melakukan penelitian bekerjasama dengan PT Ajinomoto Mojokerto, dari beberapa galur yang diuji menunjukan bahwa ada beberapa galur yang memiliki kandungan gula ( brix) sampai 20 %. Selain niranya beberapa jenis sorgum manis memiliki biji yang dapat untuk pangan dan pakan

Sorgum Sapu (broom corn), penulis pernah melihat petani di Banjarnegara Jawa Tengah membudidayakan sorgum jenis sapu ini di eksport ke Jepang.

Ket
1)         Makalah disamapaikan dalam rangka Pemantapan Program Pengembangan Gandum Sorgum 2010 di jawa Timur.
2)         PemuliaTanaman
3)         Staf Peneliti BPTP Jawa Timur.
 
2. persyaratan Tumbuh

Sorgum dapat tumbuh pada hampir semua jenis tanah, asal solum cukup tebal (15 cm), pH tanah 5 – 7,5, minimal curah hujan 50 – 100 mm / bulan pada 2,5 bulan pertama dan kering pada saat menjelang panen untuk pertanaman sorgum dilahan sawah bekas tanaman padi, biasanya hanya mengandalkan residu air tanah, namun sebaiknya ditambah dengan pengairan 4-5 kali selama musim tanam agar mendapatkan hasil yang optimal. Pola tanam di lahan sawah padi – padi – sorgum , atau jagung – padi – sorgum. Dilahan tegal sorgum biasa ditanam secara tumpangsari dengan tanaman lain dan banyak yang ditanam dipinggir petakan.

Sorgum cocok ditanam di dataran rendah 1 -1300 m dari permukaan laut, suhu udara >20 c. Pada dataran menengah keatas umur tanaman akan lebih panjang. Bila cuaca mendung dan berkabut sehingga penyinaran matahari tidak sempurna pembungaan akan terganggu.

Benih

Untuk memperoleh hasil yang baik maka dibutuhkan benih yang bermutu yakni daya tumbuh > 90% dan bebas dari hama dan penyakit, kebutuhan benih sekitar 15 kg/ha, namum sebaiknya dilebihkan karena dengan cara tanam diicir, kemudian diperjarang saat tanaman umur 10 hari – 2 minggu bersamaan dengan penyiangan pertama.

Saat Tanam

Untuk lahan sawah saat tanam sorgum dilakukan setelah padi, dengan pola tanam padi – padi – sorgum atau padi – jagung – sorgum atau bisa juga padi – sorgum – sorgum (ratoon). Pada lahan tegal cara tumpang sari atau monokultur, sorgum di tanam saat awal musim hujan kemudian di ratoon sampai 2-3 kali.

Penyiapan lahan dan tanam

Pada lahan sawah bekas pertanaman padi, sorgum ditanam dengan cara tugal tampa pengolahan tanah, jarak tanam 25 cm x 10 cm, 3-4 biji / lubang. Pada lahan tegal sorgum ditanam saat awal musim hujan, pengolahan tanah dilakukan seperti biasa dibajak 2 kali, cara tanam bisa diicir atau di tunggal, bila ditanam dengan cara tuggal kedalaman tugalan tergantung pada kondisi air. Ditungal agak dalam (5-7 cm) bila air kurang dan bila air banyak kedalaman tungalan dangkal (2-3 cm).
    
Pemeliharaan

Yang penting dalam pemeliharaan tanaman sorgum adalah :

1.    Penyiangan, karena biji sorgum relatif kecil maka pertumbuhan awalnya relatif lamban, untuk itu penyiangan harus dilakukan sedini mungkin (10-14 hari setelah tanam)

2.    Pemupukan, tanaman sorgum respon terhadap pemupukan terutama pupuk N, untuk itu perlu dilakukan pemupukan setelah penyiangan I dan saat menjelang premordia (30-40 hari setelah tanam)  dengan dosis sesuai tingkat kesuburan lahan biasanya 300 kg/ha urea, sedang pupuk P dan K dilakukan bersamaan tanam (50 -100 kg/ha) SP 36 dan KCL.

3.    Pengairan dan pengendalian hama dilakukan bila diperlukan.

4.    Panen dilakukan bila biji bagian bawah malsi sudah mulai mengeras, bila kondisi kelembapan tinggi, sebaiknya dipanen lebih awal untuk menghindari biji tumbuh sebelum dipanen.

5.    Pasca Panen :
·        Pengeringan, malai yang baru dipanen di jemur, bila cuaca mendung mulai di gantung dengan posisi terbalik
·        Perontokan, dilakukan bila biji sudah kering ( k. a. 18% / dirontok dengan cara dipukul atau dengan threser.
·        Proses selanjutnya tergantung tujuan kegunaanya.

 3. Budidaya Sorgum

Varietas

Sampai saat ini ada 10 varietas sorgum biji yang telah dilepas oleh pemerintah (Badan Litbang Pertanian) (Tabel 1), namun belum ada satu pun jenis sorgum manis dan sorgum sapu yang berhasil dilepas. Penelitian Sorgum, jagung dan gandum dilakukan oleh Balai Penelitian Serelia di Maros Sulawesi Selatan.
  
Tabel 1 varietas sorgum yang telah dilepas oleh Badan Litbang Pertanian
Varietas
Tinggi tan(cm)
Umur (hari)
Hasil (ton/ha)
Warna Biji
No. 6c (1970)
165 – 238
96 – 106
4,9
Coklat
UPCA-S1 (1970)
140 – 160
90 – 100
4,6
Putih Kapur
UPCA-S2 (1972)
180 – 210
105 – 110
4,9
Coklat Tua
KD4 (1973)
140 – 180
90 – 100
4,6
Putih Kapur
Keris (1983)
80 – 125
70 – 80
2,5
Putih Kapur
Badik (1986)
145 – 160
80 – 85
3,5
Putih Kapur
Negari genjah (1986)
145 – 160
80 – 85
4,0
Putih Kapur
Mandau (1991)
153 – 165
90 – 95
5,0
Coklat Tua
Sangkur (1991)
150 – 180
82 – 96
4,0
Coklat
Numbu (2001)
180 - 190
100 - 105
3,9
Krem
.dikutip.dari Puslitbangtan,2009

4. Kegunaan Sorgum

Sorgum biji bisa dimanfaatkan untuk pangan, pakan maupun bahan industri. Untuk pangan bisa untuk pangan pokok ataupun makanan sampingan ( berbagai macam kue)  Untuk pakan baik dari hijauanya untuk ternak ruminansia dan dari biji sorgum digunakan untuk ransum unggas. Sedang untuk energi biji sorgum bisa digunakan untuk bahan baku pembuatan minuman dan bio etanol dengan proses fermentasi.
Sorgum manis kegunaanya seperti sorgum biji, sedang batangnya memeiliki nira (cairan batang) yang manis  bisa di peras untuk sirup atau bahan baku untuk  pembuatan bio etanol dengan proses fermentasi.
Sorgum sapu, selain tangkai malainya dapat untuk bahan baku pembuatan sapu, hijauannya untuk pakan ternak ruminansai.
Dari ketiga jenis sorgum tersebut, baru sorgum biji yang telah tersedia teknologi pengelolaanya secara utuh, dari sejak budidaya sampai dengan pasca panen, dan bahkan sampai ke pemasaranya.

5. Rencana Pengembangan sorgum

Untuk mengembangkan sorgum harus tersedia  teknologi, sejak dari budidaya, pasca panen, sampai pemasaran agar petani tidak kebingungan setelah mendapatkan hasil panen. Saat ini baru sorgum biji yang telah siap untuk dikembangkan, karna semua teknologi yang dibutuhkan telah tersedia ( gambar 1 ).
 

Gambar 1. Teknologi pengelolaan biji Sorgum yang dibutuhkan untuk pengembanganya


Oval: -Teknologi Panen                 pasca panen. perontokan untuk pakan ternak penyosohan,penepungan, pembuatan kue (tersedia)
-Teknologi untuk energi (bio etanol) tersedia
 

Oval: Pemasaran.pabrik pakan (tersedia)                                                                                                
Selanjutnya untuk mengembangkan sorgum diperlukan :
  1. Wilayah, diwilayah pertanian sorgum sulit bersaing dengan komoditas lainya yang sudah mapan, untuk itu yang paling memungkinkan adalah wilayah hutan peremajaan, bekerjasama dengan Kehutanan.

  1. Benih, saat ini belum tersedia benih yang cukup untuk wilayah yang luas walaupun kebutuhan benih per hektar hanya sekitar 20 kg

  1. Modal (dana) untuk mengembangkan sorgum secara utuh sampai ke pemasaran diperlukan dana yang cukup

  1. Tenaga, diperlukan pelatihan agar diperoleh tenaga terampil

Penutup:
       Untuk mengembangkan sorgum harus dibarengi dengan teknologi secara utuh sejak dari budidaya sampai dengan pemsarannya agar petani bisa mendapatkan manfaat sebesar-besarmya. Untuk itu kerjasama yang baik dari berbagai pifak sangat diperlukan, misalnya pabrik pakan uernak yang akan menampung hasilnya untuk pakan ternak, pengusaha penyosohan yang akan membantu prosessing penyosohan bila akan digunakan untuk pangan atau pengolahan biji sorgam untuk keperluan pemmbuatan minuman ringan dan bio etanol.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar